30 Januari 2013

Kartu Pos Masjid Gedhe Kauman

Terimakasih buat Kaus Sketsa, sudah tega menerima desain saya jadi purwarupa produk terbarunya. :)

Sketsa saya Masjid Gede Kauman dan Malioboro diproduksi menjadi kartu pos. Lengkap dengan keterangan tentang objek sketsa saya. Selain untuk menggiatkan surat-menyurat (kartupos-mengkartupos lebih tepatnya), kartu pos ini juga cantik dipajang dalam bingkai unyu-unyu. 


Keterangan pada kartu pos Masjid Gede Kauman

Masjid Gede Kauman or Great Mosque of Kauman is one of the oldest mosque in Yogyakarta. It was built during the Yogyakarta's first Sultan era, Sri Sultan Hamengkubuwono I. This mosque is special for its beautiful local architecture. Its roof symbolizes three steps of human life, syariat (moral code), makrifat (knowledge), and hakekat (essence).
 dan pada kartu pos Malioboro
Malioboro is the major shopping street in Yogyakarta, Indonesia. For souvenir fans, Malioboro can be a fun hunting paradise where you can buy a range of unique souvenirs.
 Enjoy! :)



Fotografer: Lalu Ahmad Tan Tilar (Tatas)

Penata letak: Pipit Puspitarani, Niken Anggrek Wulan

17 Oktober 2012

Sketchcrawl #37 di kampung Kauman

Siang itu, 13 Oktober 2012, sekitar pukul 11.00 saya sudah merasa sebal. Saya iri dengan teman-teman sketchers di seluruh dunia. Sebagian besar timeline mereka adalah upload progress saat mengikuti Sketchcrawl #37 padahal saya masih harus mengajar batik pukul 12.00 siang itu. Bukan berarti saya malas mengajar ya. Cuma iri saja.

Akhirnya saya sms beberapa teman dan membuat pengumuman di facebook untuk mengajak nyeket bersama dalam rangka Sketchcrawl. Pukul 15.00 saya sudah di Kampung Kauman, saya berangkat naik sepeda. Kampung yang terkenal sebagai kampung religius dan masuk dalam kawasan cagar budaya Yogyakarta.

Langsung saya nyeket di spot pertama, di sebelah utara Masjid Gedhe Kauman. Saya nyeket ditemani anak-anak yang sedang bermain di halaman masjid. Saat nyeket ini, beberapa kali telepon genggam saya berbunyi, sms dari teman yang mau datang nyeket bareng. Ada Nana (Urip Tri Hasanah) dan Richo (Richo Nurdini) yang berminat gabung (walaupun akhirnya Richo malah nyasar ke Tamansari, haha). Sketsa pertama saya (Masjid Gedhe Kauman) sudah setengah jadi saat Nana datang. Nana mulai nyeket di belakang saya. 
Masjid Gedhe Kauman
Sketsa oleh Erick Eko Pramono
Pensil dan cat air di buku sketsa A5
Masjid Gedhe Kauman
Sketsanya bujel (tumpul), bagian atas masjid tidak utuh.
Nana dan para fans pria
Selesai sketsa pertama, kami berdua segera pindah mencari spot lain. Kami berjalan santai sambil ngobrol ngalor ngidul sampai ketemu dengan sebuah bangunan tua yang sangat menarik. Bangunan perpaduan antara gaya Belanda, Oriental, dan Jawa. Catnya berwarna kuning-hijau cerah. Saya dan Nana segera mencari posisi yang enak untuk nyeket. Kembali saya dikerumuni anak-anak. Bedanya saat ini yang mengerumuni anak cewek, sedangkan tadi saat di halaman masjid yang mengerumuni anak cowok. Saya jadi merasa seperti artis yang dikerumuni fansnya. Sayangnya cuma satu. Saya lupa untuk memotret mereka.

Nampaknya bagian belakang bangunan tua yang menjadi objek sketsa ini sekarang dijadikan asrama/kos putri. Saat saya nyeket, ada beberapa pemudi yang baru pulang dari les, kantor, atau kampus. Ada juga beberapa yang ke luar untuk berbelanja atau ke laundry. Sedangkan bagian depannya dijadikan warung kelontong. Saya selesai nyeket saat Maghrib, mau tak mau saya harus pulang (walaupun saya masih ingin nyeket bangunan ini secara lebih detail).
Bangunan tua di Kampung Kauman
Sketsa oleh Erick Eko Pramono
gelpen dan cat air di buku sketsa A5
Bangunan lama di Kampung Kauman
Sketsa oleh Urip Tri Hasanah
Drawing pen pada buku sketsa A5
Alat sketsa yang saya gunakan hari itu adalah pensil dan cat air untuk sketsa Masjid Gedhe, sedangkan gelpen dan cat air saya gunakan untuk sketsa warung kelontong. Sore itu adalah sebuah sore hari yang menyenangkan. :)

13 Juli 2012

Bersenang-senang di Jogja Japan Week 2012

Ho? Apa itu Jogja Japan Week? Googling bentar ah.. Baiklah, ini dia.. :D
Jadi, menurut situs resminya, Jogja Japan Week (JJW) adalah acara dua tahunan yang merupakan salah satu wujud apresiasi masyarakat Yogyakarta terhadap jalinan hubungan kerjasama dengan masyarakat Jepang (lebih lengkapnya lihat di sini). Di acara yang dilaksanakan pada tanggal 5-8 Juli 2012 di Jogja National Museum ini banyak hal menarik, mulai dari stand IS Jogja (yang gak ada hubungannya dengan Jepang), stand manga (Katana Comic Community), stand kaligrafi aksara Jepang, stand permainan tradisional Jepang, stand origami, stand ikebana, stand yukata, dll. 
Suasana di Jogja Japan Week 2012(pensil 2B + watercolor + tinta bak di buku Aowen)

JJW 2012 ini mengangkat tema “Shunkashuutou Matsuri” atau bisa diartikan juga sebagai “Perayaan 4 Musim”.
Shun/Haru = musim semi
Ka/Natsu    = musim panas
Shuu/Aki    = musim gugur
Tou/Fuyu   = musim dingin

Duh, saya kok nggak nyeket Ruang 4 Musim ya? Penyesalan memang selalu datang terlambat. Tapi saya salut dengan panitia yang jeli memilih tempat. Event JJW 2012 ini diadakan di Jogja National Museum yang bangunannya sangat mirip dengan bangunan sekolah di Jepang. Kotak-kotak mirip sekolahnya Nobita.. hehehe
Takoyaki dan salah satu orang Jepang yang saya temui di JJW(pensil 2B + watercolor di buku Aowen)
Sempat makan Nasi Kare dan Takoyaki juga di sini. Terimakasih buat orang Jepang KW yang sudah nraktir saya takoyaki. Hmmm..
Pengunjung dan penjaga lapak sendiri dan lapak tetangga(pensil 2B + watercolor di buku Aowen)
tengah: pengunjung di lapak IS Jogja, berkostum Captain America..haha
kanan atas: mahasiswa Jepang yang belajar bahasa Indonesia di UGM. membuka lapak kaligrafi huruf Jepang.
kanan bawah: om Irwan Sukendra lagi nyeket Alaik Azizi
kiri bawah: mangaka yang lebih senang disebut sebagai ilustrator, Heru Aji Jaladara. malah mirip Nawank yo..
kiri atas: tampang mangaka setres kebanyakan order, sodara Yuyun


Hohoho seru sekali!! Sampai jumpa 2 tahun lagi di Jogja Japan Week 2014!! ^-^9

6 Juni 2012

Malioboro Live Sketch Project

suatu gagasan absurd untuk mem-façade-kan sepanjang jalan malioboro. gak tau akankah berhasil atau nggak.. :D


dimulai dari:
1/9 dari "façade malioboro 01"

29-01-2012

di-sket sekitar jam 11-12. matahari panas sekali. efek dari badai matahari masih terasa. kepala saya sampai pusing.. @_@
gambarnya berantakan. ketiga pintu di bangunan sebelah kanan harusnya berukuran sama dan terletak di tengah-tengah bangunan





Lanjut terus hingga selesai halaman pertama, baris pertama.




Halaman pertama






Halaman kedua.


5 Februari 2012

tahun baru di pantai parangtritis

tahun baru kemarin saya dan teman2 bertahun baru di pantai parangtritis. saya, fifan, ikhwan, dan juffry berangkat dengan bersepeda. huhuu "we are so young now, we are so young, so young now.." (lagu the Corrs), pacar saya menyindir.. :P  ya ya ya, saya sudah tuaaa..hahaha tapi sekali-sekali bolehlah bertualang.
malam harinya hujan sodara2.. kami harus berteduh di gubug parkir.. dan gilanya, justru saat hujan-hujan ini saya sempat membuat sketsa suasana orang-orang yang berteduh!! ini sketsa pertamax saya di 2012. pukul 01.14 wib.
0.2 drawingpen dan tetesan hujan pada buku sketsa


oke,setelah melewati malam yang basah, akhirnya datang juga sang matahari.. :) lagi-lagi sebelum pulang, saya sempatkan membuat sketsa suasana pagi di pantai parangtritis.
0.2 drawingpen dan tetesan hujan pada buku sketsa


hohoho.. what a nice new year. kapan-kapan perlu diulang.. :P


foto-foto:
nggelar alas tidur

juffry sang master nunchaku

fifan night-sketching

fireworks

suasana malam

more fireworks

lagi!

lagi! lagi!

pagi yang mendung


para pengejar pagi

lomba gambar sd kaliurang 2

bapak dan ibu guru rapat, murid2 lomba gambar dulu yaa.. ini lombanya dalam rangka apa saya lupa.. :D
pensil 2B + watercolor pada kertas kardus bekas

Sketching & Sharing #13: Taman Pintar Yogyakarta

brushpen &watercolor on A4 sketchbook
mercusuar lorong labirin, dinaungi tenda warna-warni
tampaknya mercusuar ini benar2 difungsikan sebagai mercusuar, supaya si anak yang sedang bermain tidak tersesat di lorong labirin.. 8D
pernah gambar ini sebelumnya,tapi tidak berwarna. ada di sini.



sketsa sebelumnya tentang taman pintar:
drawing pen 0.2 & watercolor pada kertas karton
mensket di potongan karton/dus bekas. efeknya saya suka.. :)
gambar atas: bangku warna-warni, warnanya menarik
gambar tengah: corong suara, corongnya saling berhubungan. mengajarkan prinsip perpindahan suara (iya gak sih?hehe)
gambar bawah kiri: ibu2 yg menunggu anaknya bermain
gambar bawah kakan: seorang anak yg bermain air di area air mancur